Setelah Ismail dewasa dan sudah menikah, sedangkan Siti Hajar sudah wafat, Nabi Ibrahim sempat mendatangi tempat tersebut. Sayangnya, beliau tak berjumpa putranya itu. Dalam buku " Ar-Risalah, Sejarah Kehidupan Rasulullah SAW ", Ja'far Subhani berkisah setelah meninggalkan putranya yang tercinta di tanah Makkah atas perintah Allah Yang
Nabi Ismail semakin dewasa, ia pun menikah dengan seorang wanita yang tinggal di sekitar sumur zamzam yang bernama Immarah binti Sa'ad bin Usamah bin Ukail al-Amaliqi. Tidak lama kemudian ibu Ismail, Hajar meninggal dunia. Di kemudian hari Ibrahim datang setelah Ismail menikah untuk mengetahui kabarnya, namun dia tidak menemukan Ismail.
Kisah Nabi Ismail & Sang Ibu, Awal Mula Disyariatkannya Sa'i. Sa'i merupakan satu ibadah yang diperintahkan untuk dikerjakan dalam ibadah haji dan umrah. Di balik pensyariatan sa'i, ternyata ada kisah singkat Nabi Ismail AS bersama sang ibu, Siti Hajar. Sebelumnya, Ahmad Sarwat dalam Ensiklopedia Fikih Indonesia: Haji & Umrah menjelaskan ibadah
Kemudian Mu’awiyah bertanya lagi, “Apa yang beliau lakukan ketika itu?” “Beliau melaksanakan shalat Id dan memberi keringanan untuk meninggalkan shalat Jumat”, jawab Zaid lagi. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang mau shalat Jumat, maka silakan.” (HR. Abu Daud, no. 1070; An-Nasa’i, no. 1592; Ibnu Majah, no
Bacaan rumi: Rabbana taqabbal minna innaka ‘antas sami’ul ‘alim. Maksudnya: “Ya Tuhan kami terimalah amal dari kami sungguh Engkaulah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Surah al-Baqarah: 127) Doa ini dibacakan semasa kisah Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail As membina Kaabah di Mekah. Terdapat banyak fadhilat mengamalkan doa ini
Mendengar jawaban tersebut, hati Siti Hajar menjadi lebih tenang. Lalu kemudian Siti Hajar kembali berkata, ”Jika memang demikian, pastilah Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan nasib kita.” Nabi Ibrahim kemudian pergi meninggalkan Siti Hajar dan juga Ismail dengan membekali mereka makanan dan minuman.
xfAn.
mengapa nabi ibrahim meninggalkan siti hajar