Untukhasrat di palung kalbu Padahal, atas nama cinta, Kita selalu rela untuk sebuah kejujuran. TESTAMEN CINTA (4) Apa yang mesti aku katakan padamu, Saat gejolak rindu menikam langit ? Sedang bulan mendelik tak percaya dan bintang nerpaling ke arah lain Adalah kau, dindaku, datang bersama malam Merangkul erat matahari kegelisahan dan sangat tahu dan yakin
Puisi Kupandang Langit dari Beranda - Budiman S. Hartoyo (1938-2010) Posted on 31 Juli 2017 3 September 2017 by Editor. Budiman S. Hartoyo (1938-2010) Baru jam 9 pagi, aku masih ingat, engkau berdiri di beranda itu. Gerimis belum sampai menderas menjadi hujan, Matahari masih sempat menganyam ribuan jari-jari berwarna, membiaskan bianglala
PUISITARIAN KASIH SAYANG Karya : Adi Taufika Adi. Terbang melayang angan mengecapi Ingin mencapai ke puncak tinggi Jauh hingga mencakar langit Menikmati rasa manis membuang rasa pahit. Bersama layang-layang cinta Ku kejar engkau kemana jua Walau keangkasa akan kutuju Demi engkau yang aku rindu. Kan ku halau matahari Kugapai cahayanya Agar bersama kita menari
Beranda» Karya Sastra » Puisi » TARIAN API. TARIAN API. Kamis, 20/09/2012 - 03:13 — mahyut z.a. dawari. Puisi | Puisi Di bentang langit guruh bersendawa mengirim rinai Di tepinya kita berteduh sementara. menuntaskan tarian api. 1648 dibaca; Komentar . Tulis komentar baru. Nama Anda: * email: * Materi isian ini bersifat rahasia dan
PUISITARIAN JIWA Oleh: Sukma taufik Paras ayu mu wartakan sukma Senyum indah mempesona Geliat tubuhmu luruhkan waruga Terdamparku di dalam bara asmara Bergumam resah Kala gundah merebah Di relung sukma Cintamu merona Terlukis di awan biru Kisah kasihmu Memadah aksara Tarian jiwa Menelusuri jalan satu Melangkah terharu Menggapai nikmati mu
Tegakterpancang di penjuru bumi. Apa pun itu Nyatanya tak tersembunyikan Kegundahan hati merona kita larakan Gejolaknya mengguncang tapak bumi. Apa pun itu Nyatanya tak terlemahkan Kegetiran adalah kawah candra dimuka Kelak lahir hati bijak dari pusara langit. Apa pun itu Nyatanya tak tergantikan Kisah cinta ini telah tertulis
73jLS6b. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Selamat datang di perhelatan akbarperjamuan yang diadakan oleh langitketika malam semakin larutdan permukaan bumi hanya dihuni oleh kabutkarena di sanalahbukit dan laut saling bertemudi sebuah muara perjumpaantempat yang sangat berbahayaterutama bagi orang-orang yang tak utuh hatinyasebab dari hati yang pecahlahtimbul umpatan dan amarahsementara langit di atas sanamulai menarikan gerimisdengan irama sesyahdupara kekasih yang lama tak bertemusetelah terpisah oleh musimterkurung di rezim-rezim cuacahujan, panas, dan dingin yang sangat beranginmenenggelamkan inginke tapal batas yang tidak mungkinkarena perbatasan yang telah begitu sumirmakin ditipiskan oleh titik-titik nadirsaat orang-orang berhenti mencobadan langit enggan menyelesaikan tariannyaPontianak, 15 Nopember 2019 Lihat Puisi Selengkapnya
Puisi Langit, Foto Pexels/Pixabay. Puisi langit seringkali dibuat sebagai salah satu bentuk ucapan kekaguman kita terhadap ciptaan Tuhan yang sangat syukur ini dapat kita unggah juga di berbagai media sosial, supaya orang yang membacanya juga dapat semakin menghargai keindahan dunia dan sebagai bentuk terima kasih, puisi tentang langit ini juga dapat digunakan sebagai referensi puisi saat sedang ada tugas di sekolah. Tapi kalian jangan menconteknya mentah-mentah ya! Gunakan puisi ini sebagai pedoman dan bantuan saja jika kalian sedang merasa stuck dalam Langit yang Indah dan ManisPuisi Langit, Foto Pexels/Pixabay. Dikutip dari situs Discover Poetry, inilah kumpulan puisi tentang awan dan langit yang indah dan telah diterjemahkan ke bahasa IndonesiaThe RainbowPerahu berlayar di sungai, Dan kapal berlayar di lautan; Tapi awan yang berlayar melintasi langit Lebih cantik jauh dari jembatan di sungai, Secantik yang kamu inginkan; Tapi busur yang menjembatani surga, Dan di atas pepohonan, Dan membangun jalan dari bumi ke langit, Lebih cantik jauh dari SkyBy Elizabeth Madox RobertsSaya melihat bayangan di tanah Dan mendengar seekor bluejay lewat; Sebuah bayangan melintasi tanah, Dan saya melihat ke atas dan melihat di pohon poplar, Ketika aku melihatnya itu tidak diam; Itu memberi semacam sentakan kecil Dan sedikit semakin jauh dan semakin jauh Terus bergerak dan sepertinya tidak pernah berhenti. Aku pikir itu seperti terikat dengan rantai Dan sesuatu menariknya dari tidak pernah turun lagi, Dan setiap kali saya melihat untuk melihat, Langit selalu bergerak ke belakang Dan semakin menjauh Curly White Cloud Loves the SkyAwan putih keriting menyukai langit; Itu tetap di atas sana—sangat tinggi, sangat tinggi, Sampai bumi mengirimkan panggilan, "Aku haus, awan, O, jatuh, tolong jatuhlah!"Anak-anak bunga di sekitarnya Menangis "Awan sayang, turunlah ke tanah," Jadi, awan itu berkata "Selamat tinggal, Langit, Saya akan datang lagi—sangat tinggi, sangat tinggi."Indah sekali, bukan? Sudahkah kalian berterima kasih kepada Tuhan sang pencipta alam? Ester
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Gemulai sang surya menerangi eloknya tri warna Setiap insan terpesona dan bersuka cita dengan turunya tirta membuah fatamorganaSemerbak harum bunga menggairahkan para kumbang berkelana mencari celah pasangannya Derap langkah para gembala mengharap tirta melepaskan haus dahaga melegakan jiwa raga Deru ombak samudra mengulung congkaknya para tengkulakHawa sejuk menepuk pundak para penduduk yang sedang duduk mengharap penuhnya priukPara duta asik bercengkrama disingasana yang dibangun dari tetesan tirta para penyanggaPara punggawa membawa wadah penuh dengan harta yang di dapat dari para pajak anak negara Para dhuafa terbelalak mata betapa susahnya mencari kerja padahal sudah bertitel sarjana apalagi SMAPenguasa dan Para juru bicara dengan mudah berucap terbukanya lapangan kerja ternyata sudah ada para pekerja TKALambaian tangan anggun tri warna meliuk-meliuk dekat para menatap fatamorgana agar tetap semangat Beranjak berteriak esok atau lusa agar penguasa tidak lupa para dhuafa yang susah mencari karya nyata Lihat Puisi Selengkapnya
tentang langit sesuatu yang selalau nampak luas selalu nampak tanpa batas lapang, menyejukan mata tajam yang memandang tetang langit biru karena sejuk membujuk ketenagan hati agar tak merajuk kamu, langit biru membuatku menatap syahdu sadar akan dunia yang indah tempat langit menunggu bintang untuk bertemu kamu, langit biru jika berubah warna menjadi kelabu percayalah awan hitam segera berlalu karena luasnya langit mu di hiasi bintang pembuat terang… nyaman hingga kau tenang… kamu, langit biru segeralah bersinar dan jadilah terang -bintang-
Ketika mata ini langsung menatap langit Cahaya terang itu seketika memantul Sungguh silau tanpa berkelit Membuat tubuh ingin terpental Jauh di ujung bumi timur dan barat Di mana letak langit paling biru? Jauh di ujung semesta yang tak terlihat Adakah langit biru itu muncul? Untuk apa langit itu terlihat biru? Keindahan langit biru pantas dipuji Membuat hati berseru-seru Langkah pun langsung terhentiUntuk semua makhluk Langit tak pernah kehilangan warna Baik atau buruk Mulia atau hina Tirulah langit yang tak pernah membedakan Pancarkan kasih dari dalam lubuk hati Biarkan damai bersamamu... Baca Juga [PUISI] Bersamamu IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.
puisi tarian dari langit